Selain itu, Muhsin juga mengajak PGRI untuk berperan aktif dalam menyukseskan berbagai program daerah, seperti percepatan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), penurunan stunting, pencegahan pernikahan dini, serta pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.
Menurutnya, guru tidak hanya berperan dalam proses belajar mengajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam membentuk karakter generasi muda.
“Guru memiliki peran penting dalam membangun karakter anak-anak kita. Karena itu, isu seperti perundungan, pernikahan dini, hingga anak tidak sekolah perlu menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Dalam konferensi kerja tersebut, berbagai gagasan strategis dari para pengurus dan anggota PGRI dibahas untuk kemudian ditetapkan sebagai program kerja organisasi dalam satu tahun ke depan.
Melalui forum ini, diharapkan PGRI Kabupaten Kediri semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Kediri.
Kegiatan konferensi kerja tersebut ditutup dengan buka puasa bersama, yang menjadi momen kebersamaan sekaligus mempererat silaturahmi antar pengurus dan anggota PGRI Kabupaten Kediri.(sinyo)












