Ia menambahkan, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang pembinaan umat, pendidikan, serta penguatan solidaritas sosial masyarakat.
“Jika masjid hidup dengan kegiatan ibadah, pendidikan, dan kebersamaan seperti ini, maka masyarakat akan semakin rukun, kuat, dan penuh keberkahan,” tegasnya.
Malam puncak Gebyar Ramadhan tersebut juga dihadiri Kapolsek Ngadiluwih beserta jajaran, perwakilan Kodim 0809/Kediri, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimcam Ngadiluwih.
Menjelang penutupan acara, tausiyah dari Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., dari Pondok Pesantren Lirboyo semakin menyejukkan suasana. Dalam ceramahnya ia menegaskan bahwa masjid memiliki peran besar dalam kehidupan umat Islam.
“Masjid adalah pusat ibadah, pusat pendidikan, sekaligus pusat kehidupan sosial umat. Dari masjid lahir pembinaan akhlak, penguatan iman, dan solidaritas antar sesama,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kemuliaan manusia di hadapan Allah tidak ditentukan oleh kedudukan atau harta, melainkan oleh ketakwaannya.
“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa,” pesannya.
Melalui kegiatan Malam Puncak Gebyar Ramadhan ini, Masjid Jami’ Al-Hikmah Banjarejo diharapkan terus menjadi pusat syiar Islam, ruang pembinaan generasi Qur’ani, sekaligus penguat persaudaraan dan semangat gotong royong masyarakat di bulan suci Ramadhan.(sinyo)












