Mediaciber.net.Kediri – Memanasnya konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan United States membuat Pemerintah Kabupaten Kediri meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerah tersebut yang bekerja di kawasan Timur Tengah.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri mencatat ada 71 PMI asal Kediri yang saat ini bekerja di sejumlah negara Timur Tengah. Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila eskalasi konflik berdampak pada keamanan warga negara Indonesia di kawasan tersebut.
Kepala Disnaker Kabupaten Kediri Ibnu Imad mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BP3MI Jawa Timur, KP2MI, serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk memastikan kondisi PMI tetap aman.
“Sampai saat ini belum ada laporan PMI asal Kabupaten Kediri yang terdampak langsung konflik. Namun kami tetap melakukan pemantauan intensif,” kata Ibnu Imad, Sabtu (14/3/2026).
Ia menjelaskan, kewenangan pemerintah daerah berada pada tahap pra-penempatan dan pasca-penempatan PMI. Sementara ketika PMI sudah berada di luar negeri, perlindungan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui perwakilan RI di negara tujuan.
Berdasarkan data Disnaker Kabupaten Kediri periode 2024–2025, puluhan PMI asal Kediri bekerja di beberapa negara, yakni:












