“Jurnalisme konstruktif menghadirkan perspektif adil, mendorong rekonsiliasi, serta memberi harapan melalui solusi,” jelasnya.
Menurut Danu, jurnalis konstruktif harus memiliki empati sosial, rasa ingin tahu tinggi, kritis terhadap kekuasaan, dan berorientasi pada masa depan. Strateginya pun menekankan kekuatan human story, dukungan data riset, sudut pandang berimbang, serta dampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa jurnalisme konstruktif bukanlah pencitraan atau humas terselubung, melainkan praktik jurnalistik yang berkelanjutan, menghadirkan solusi, serta efektif meredam eskalasi konflik.
“Media punya kekuatan membuka ruang dialog antar kelompok rentan dan memperkuat kohesi sosial. Ini peran besar yang tidak bisa dianggap remeh,” imbuhnya.
Melalui komitmen pada kode etik jurnalistik dan penerapan jurnalisme konstruktif, diharapkan media mampu membangun framing positif: Kediri yang berbudaya, damai, dan aman.
Semangat kolaborasi antara DPRD dan insan media ini pun menjadi langkah nyata menuju Kediri yang semakin harmonis di mana informasi tidak memecah, melainkan menyatukan.(sinyo)












