Bazar ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Pemkab Kediri melalui Dinas Perdagangan, Bulog Kediri, BRI Cabang Pare, PTPN X, hingga pabrik gula seperti PG Ngadirejo, PG Pesantren, dan PG Mrican. Tak ketinggalan, stand dari Polwan, ASN, Primkoppol, serta Bhayangkari turut meramaikan kegiatan.
Sejumlah komoditas dijual jauh di bawah harga pasar. Gula kemasan 1 kg dibanderol Rp15 ribu (600 paket), beras SPHP Bulog 5 kg Rp56 ribu dengan total distribusi mencapai 4 ton, serta minyak goreng Minyak Kita Rp15 ribu per liter sebanyak 720 kemasan.
Harga yang lebih ramah di kantong membuat warga merasa terbantu, terlebih di tengah meningkatnya kebutuhan jelang Lebaran. Banyak di antara mereka mengaku sengaja datang lebih pagi agar tidak kehabisan.
Bazar pun menjadi bukti bahwa kolaborasi antara kepolisian dan stakeholder mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat. Namun di sisi lain, cepatnya stok yang ludes juga menjadi sinyal kuat: kebutuhan pasar murah masih sangat tinggi.(sinyo)












