Kutipan itu mengajarkan satu hal penting :
Memperbesar wadah penerimaan. Bukan berarti menyerah, bukan juga pasrah tanpa usaha.
Tapi lebih kepada menyiapkan ruang yang lebih luas di dalam diri agar kita tidak mudah meledak oleh hal kecil, tidak mudah terseret oleh omongan orang, dan tidak cepat jatuh hanya karena pandangan buruk yang tidak berdasar.
Kadang kita terlalu sibuk meyakinkan orang lain bahwa kita tidak seperti yang mereka sangka, sampai lupa bahwa satu-satunya pandangan yang benar-benar penting adalah pandangan diri sendiri.
Dunia memang bisa kejam, tapi tidak harus membuat kita ikut-ikutan keras.
Semakin lapang hati kita, semakin mudah segala hal baik masuk.
Ada bagian paling menarik dari kutipan itu :
“Kadang, Semesta memang selalu punya reward yang indah.”
Kalimat itu terasa seperti pelukan bagi siapa pun yang sedang berjuang diam-diam. Semesta mungkin tidak selalu cepat, tapi ia tidak pernah ingkar. Kita hanya perlu bersabar pada prosesnya.
Mungkin kita pernah mengalami masa ketika seseorang memperlakukan kita tidak adil, lalu beberapa waktu kemudian kita menerima kabar baik yang tidak kita duga.
Gus Hisa
PPIQ Darul Hidayah
(Yatim Piatu & Dhuafa)
Jl Bareng Kartini 3/G
Kel Kauman Kota Malang












