Ia menegaskan, Halal bi Halal bukan hanya tradisi tahunan, melainkan energi sosial untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga harmoni di tengah masyarakat.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun di momen Syawal harus menjadi fondasi untuk mempererat hubungan sosial, meningkatkan solidaritas, serta menumbuhkan kepedulian antar sesama.
“Semoga kebersamaan ini tidak berhenti hari ini saja. Kami berharap tahun depan kita bisa dipertemukan kembali dalam keadaan sehat wal afiat, tetap rukun dan penuh persaudaraan,” tambahnya.
Mengakhiri sambutan, Panji Laras Kediri kembali meneguhkan filosofi kebersamaan yang menjadi identitas paguyuban.
“Seduluran Selawase bukan sekadar slogan, tetapi komitmen menjaga persaudaraan sepanjang masa. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan menjadikan kita semua bejo, mulyo, serta slamet dunia akhirat,” tegasnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Mohammad Mahbuba, dilanjutkan pemberian tanda asih kepada para tamu undangan sebagai simbol kepedulian dan rasa syukur di hari kemenangan.
Lebih dari sekadar Halal bi Halal, kegiatan ini menjadi pesan kuat bahwa persatuan masyarakat tetap menjadi kekuatan utama Kediri—di mana Idul Fitri bukan hanya perayaan, tetapi momentum mempererat persaudaraan tanpa batas.(sinyo)












