Mediaciber.net.Kediri-Mengawali aktivitas pascalibur Hari Raya Idulfitri, MTsN 8 Kediri menggelar apel pagi penuh khidmat di halaman madrasah, Senin (30/3). Apel ini menjadi titik awal kebangkitan semangat belajar sekaligus penguatan karakter seluruh warga madrasah setelah menjalani bulan suci Ramadan.
Apel dipimpin langsung Kepala Madrasah, Siti Umi Hanik, serta diikuti seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum refleksi untuk memperbaiki kualitas diri dan kinerja bersama.
Menurut Umi Hanik, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan kecerdasan akademik, tetapi juga sikap disiplin, etika, serta kekuatan spiritual yang terbentuk selama Ramadan.
“Ramadan telah melatih kita menahan diri, mengatur waktu, dan meningkatkan kepedulian sosial. Nilai-nilai ini harus terus kita bawa dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Jangan sampai semangat ibadah berhenti setelah Ramadan selesai,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh siswa menjadikan awal masuk sekolah sebagai titik restart untuk meningkatkan prestasi. Ia menekankan pentingnya menjaga budaya belajar yang positif, menghormati guru, serta membangun lingkungan madrasah yang nyaman dan saling mendukung.
“Anak-anak harus kembali dengan semangat baru. Datang tepat waktu, belajar dengan sungguh-sungguh, dan menjaga sikap. Madrasah ini akan maju jika seluruh warganya memiliki komitmen yang sama,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, kebersamaan pasca-Idulfitri menjadi modal penting memperkuat hubungan emosional antarwarga sekolah.
“Silaturahmi bukan hanya saling berjabat tangan, tetapi juga membuka hati untuk memperbaiki komunikasi, menghilangkan kesalahpahaman, dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan madrasah,” jelasnya.












