Nada serupa disampaikan koordinator aksi lainnya, Ipan Susanto. Ia menilai diamnya pemerintah hanya akan memperkeruh situasi dan berpotensi memicu eskalasi aksi.
“Kami minta kejelasan. Kalau tetap diabaikan, kami siap memperbesar aksi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan kami tempuh jalur hukum demi hak masyarakat,” ujarnya.
Menurut Ipan, aksi ini bukan tanpa alasan. Warga sudah terlalu sering menerima janji tanpa realisasi dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut memicu ketidakpercayaan yang kini memuncak dalam bentuk perlawanan terbuka.
Solidaritas warga pun terlihat kian kuat. Selain peserta aksi yang terus bertahan sejak pagi hingga sore, dukungan juga mengalir dalam bentuk logistik dari warga lain yang tidak bisa hadir langsung.
Blokade akses TPA pun dipastikan akan menjadi ujian serius bagi Pemerintah Kota Kediri: merespons tuntutan warga atau menghadapi gelombang aksi yang lebih besar.(sinyo)












