Program tersebut bahkan tengah disiapkan menjadi agenda berkelanjutan, dengan rencana pengemasan khusus dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional mendatang.
Tak berhenti di situ, diskusi hangat juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor. Mulai dari pembinaan ideologi kebangsaan, program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD), hingga dukungan pada sektor ketahanan pangan berbasis pesantren.
Namun, Dandim menegaskan pendekatan yang digunakan tetap adaptif dan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Sepanjang kami mampu, pasti kami dukung. Tapi jika ada program yang lebih prioritas dan strategis, kami juga siap hadir untuk menginisiasi,” tandasnya.
Kunjungan ini sekaligus menjadi langkah awal bagi Dandim yang baru menjabat sekitar tiga bulan untuk merawat kedekatan dengan tokoh masyarakat. Lebih dari itu, silaturahmi ini menegaskan bahwa relasi TNI dan santri bukan sekadar romantisme sejarah, melainkan kekuatan riil yang terus hidup dalam menjaga keutuhan NKRI sejalan dengan semangat yang setiap tahun digaungkan dalam peringatan Hari Santri, 22 Oktober.(sinyo)












