“Kami ingin UMKM Kediri semakin besar, maju, dan sejahtera. Jika sektor permodalan didukung perbankan, maka kami hadir memberikan jaminan perlindungan bagi para pelaku usaha,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Suriyadi juga membawa kabar menggembirakan. Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang sebelumnya sebesar Rp16.800 per bulan, kini mendapat keringanan menjadi Rp8.400 per bulan untuk periode April hingga Desember 2026.
Tak hanya itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan secara simbolis kepada peserta, masing-masing sebesar Rp42 juta untuk jaminan kematian serta Rp52,891 juta untuk kombinasi jaminan kematian dan jaminan hari tua.
Sebagai wujud kepedulian sosial, di penghujung acara panitia juga menyalurkan santunan kepada puluhan penyandang disabilitas dari hasil donasi para tamu undangan.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, di antaranya perwakilan Bupati Kediri melalui Kabag Perekonomian Santoso, Kasdim 0809/Kediri Mayor Inf. Yuliadi Purnomo, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Khusnul Arif, serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kediri dan Muspika Kecamatan Ngasem.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, menandai semangat baru kebangkitan UMKM Kediri dari kawasan Simpang Lima Gumul yang digadang-gadang menjadi pusat ekonomi rakyat masa depan.(sinyo)












