Kunjungi Kantor Baru Disparbud, Mas Dhito Soroti Kualitas Layanan dan Pengelolaan Museum

admin
Img 20260409 Wa0005

Menurutnya, penyampaian yang interaktif dan komunikatif akan menjadi kunci agar museum tidak sekadar menjadi tempat melihat benda, tetapi juga ruang belajar yang menyenangkan.

“Edukator harus lebih interaktif. Jangan sampai pengunjung datang sekali lalu kapok. Museum harus jadi tempat yang menarik dan berkesan,” pesannya.

Tak berhenti di situ, Mas Dhito juga menyoroti aspek teknis yang sering dianggap sepele namun berdampak besar. Ia meminta agar artefak asli ditempatkan dalam lemari kaca untuk menjaga keaslian dan mencegah kerusakan akibat sentuhan langsung.

Selain itu, ia juga menyoroti ukuran tulisan deskripsi koleksi yang dinilai terlalu kecil dan sulit dibaca. Perbaikan pada aspek ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus kualitas edukasi bagi pengunjung.

“Hal-hal kecil seperti ini justru punya dampak besar bagi masyarakat,” pungkasnya.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!