SPPG Tempurejo sendiri melayani 17 sekolah, mayoritas TK dan PAUD. Tidak semua sekolah terdampak karena sebagian guru sempat melakukan pengecekan makanan sebelum dikonsumsi siswa.
Pasca-kejadian, dapur SPPG disuspend dan 47 relawan sementara dirumahkan. Perbaikan fasilitas dapur kini tengah dikebut.
Terkait penyebab, Rini menduga ada kesalahan teknis dalam pengolahan makanan, serta kemungkinan penanganan sampel uji laboratorium yang kurang optimal.
“Kemungkinan sampel tidak disimpan dengan baik dan terlalu lama di ruang terbuka sebelum diuji,” jelasnya.
Hingga kini, pihak SPPG masih menunggu hasil resmi uji laboratorium dari Dinas Kesehatan.
Rini menegaskan pihaknya siap bertanggung jawab penuh, termasuk memberi penggantian atas makanan yang tidak layak.
“Kami turun langsung ke lapangan, menemui orang tua siswa sebagai bentuk tanggung jawab,” tegasnya.
Salah satu wali murid, Rere, mengapresiasi langkah sigap tersebut. Ia menyebut anaknya kini telah pulih setelah mendapat perhatian langsung.
“Alhamdulillah sudah sehat, dan kami juga diberi kontak untuk pelaporan jika ada keluhan,” ujarnya.
Pemkot Kediri pun mengingatkan seluruh penyedia MBG agar memperketat standar keamanan pangan demi mencegah kejadian serupa terulang.(sinyo)












