Sementara itu, empat siswa lainnya masih dalam pemantauan intensif. Pihak rumah sakit belum berani mengambil risiko sebelum kondisi benar-benar stabil.
Kesaksian wali murid memperkuat dugaan adanya masalah serius pada makanan. Salah satu orang tua, NR (inisial), mengaku anaknya mengalami muntah hebat.
“Setelah makan MBG langsung muntah, bahkan warnanya hijau,” ujarnya.
Di tengah kepanikan, ia hanya bisa memberikan air kelapa hijau sebagai pertolongan awal.
Meski aroma kelalaian mulai tercium, pihak Dinas Kesehatan masih menahan kesimpulan. Hasil uji laboratorium disebut menjadi kunci untuk mengungkap penyebab pasti.
“Kami belum bisa memastikan. Masih menunggu hasil pemeriksaan,” tegas dr. Ahmad Khotib.
Di sisi lain, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri hingga kini belum memberikan pernyataan resmi.(sinyo)












