Pelajar Nekat Langgar Aturan, Satlantas Kediri Kota Soroti Lonjakan Pelanggaran Lalu Lintas Anak di Bawah Umur

admin
Img 20260602 Wa0028

Langkah ini dilakukan agar pembinaan tidak berhenti pada pelajar saja, tetapi juga melibatkan keluarga sebagai pihak yang memiliki tanggung jawab utama dalam pengawasan.

“Dalam setiap penindakan, kami tidak hanya memberikan sanksi tilang. Orang tua juga kami panggil untuk membuat surat pernyataan dan meningkatkan pengawasan terhadap anak mereka,” tegasnya.

Meski sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) telah diterapkan di sejumlah titik, Satlantas menilai keberadaannya belum sepenuhnya efektif menekan pelanggaran yang dilakukan pelajar.

Menurut Murnianto, banyak pelanggar justru memilih menghindari jalur yang telah dipasang kamera ETLE dan mencari rute alternatif agar tidak terekam.

“Kalau hanya mengandalkan ETLE kurang mendidik. Pelanggar justru menghindari titik kamera ETLE yang ada di Kota Kediri, khususnya di Jalan Hayam Wuruk,” ungkapnya.
Patroli dan Penindakan Akan Diperketat

Untuk menekan angka pelanggaran, Satlantas Polres Kediri Kota berencana kembali menggencarkan patroli di sejumlah titik rawan. Sasaran utama meliputi pengendara yang menggunakan knalpot brong, tidak memasang spion, hingga pelanggaran berisiko tinggi seperti berboncengan tiga orang.

Pada tahap awal, petugas akan memberikan teguran dan meminta pengendara mengembalikan kendaraan sesuai spesifikasi pabrikan. Namun jika pelanggaran terus berulang, kendaraan dapat ditahan hingga proses persidangan selesai.

Satlantas berharap upaya penegakan hukum yang dibarengi kesadaran orang tua mampu menekan angka pelanggaran sekaligus mencegah kecelakaan yang melibatkan pelajar.

“Keselamatan di jalan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua,” pungkas Murnianto.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!