Dinas Pendidikan Kediri Matangkan Wacana Lima Hari Sekolah, Libatkan Berbagai Elemen Masyarakat

admin
Img 20260609 Wa0009

Namun demikian, sejumlah catatan turut mengemuka, mulai dari penambahan durasi belajar harian, kesiapan fasilitas sekolah, hingga kondisi geografis dan sosial ekonomi masyarakat yang beragam di setiap wilayah.

Kepala SMPN 2 Pare, Niam Isbat Futhona, S.Pd., M.M., menyebut kebijakan lima hari sekolah memiliki sejumlah keuntungan bagi siswa maupun sekolah.

“Anak-anak memiliki waktu lebih banyak untuk berinteraksi dengan keluarga. Hari Sabtu juga bisa dimanfaatkan untuk pengembangan minat, bakat, dan kegiatan ekstrakurikuler agar lebih maksimal. Selain itu ada efisiensi bagi sekolah. Secara umum untuk tingkat SMP negeri, fasilitas sudah memadai,” ungkapnya.

Di sisi lain, aktivis pendidikan sekaligus tokoh masyarakat, Khoirul Anam, mengingatkan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat sebelum kebijakan diterapkan. Menurutnya, dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi lima hari sekolah.

“Kebijakan pendidikan akan berjalan baik apabila masyarakat memahami tujuan yang ingin dicapai. Sosialisasi harus dilakukan secara masif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua siswa yang akan merasakan dampak langsung dari kebijakan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan kebijakan pendidikan harus tetap berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.

“Apapun model yang diterapkan, ukurannya harus jelas, yaitu peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter anak,” tambahnya.

Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif dengan berbagai pandangan yang muncul dari peserta. Seluruh masukan yang dihimpun akan menjadi bahan rekomendasi bagi Pemerintah Kabupaten Kediri dalam menentukan arah kebijakan pendidikan ke depan.

Melalui forum tersebut, Pemkab Kediri menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kebijakan pendidikan yang partisipatif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Wacana lima hari sekolah diharapkan tidak hanya menjadi perubahan administratif, tetapi juga mampu menjawab tantangan pendidikan masa depan serta melahirkan generasi Kabupaten Kediri yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Karena itu setiap kebijakan harus dipersiapkan secara matang dan melibatkan semua pihak. Kita ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik dan masa depan Kabupaten Kediri,” pungkas Solikin.

(Sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!