Acara juga diisi dengan peresmian monumen papan nama pergantian nama Koesno menjadi Soekarno, penandatanganan prasasti, serta pementasan teater “Kembang Jagad” yang menggambarkan perjalanan hidup dan perjuangan Sang Proklamator.
Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Langgeng Purnomo menyampaikan bahwa membangun jati diri bangsa harus dimulai dari pembangunan jiwa yang berlandaskan nilai moral, spiritual, dan budaya luhur bangsa Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa tantangan globalisasi dan arus materialisme yang semakin kuat dapat mengikis karakter bangsa apabila tidak diimbangi dengan keteguhan iman, akhlak, dan semangat gotong royong.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki kepribadian kuat. Kita harus kembali kepada nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri bangsa, menjaga persatuan, menumbuhkan kepedulian sosial, dan senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapnya.
Menurutnya, cita-cita Bung Karno melalui konsep Tri Sakti, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen bangsa memiliki kesadaran bersama untuk membangun karakter yang kuat.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program pembangunan nasional tidak hanya bergantung pada aspek ekonomi dan teknologi, tetapi juga pada kualitas moral dan spiritual masyarakatnya.

Mengutip semangat dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya, Brigjen Langgeng mengajak seluruh masyarakat untuk terus “bangunlah jiwanya, bangunlah badannya” sebagai fondasi utama menuju kemajuan bangsa.
“Ketika jiwa bangsa dibangun dengan nilai keimanan, kebajikan, dan gotong royong, maka pembangunan di segala bidang akan berjalan dengan baik. Dari situlah Indonesia dapat tampil sebagai bangsa yang kuat, mandiri, dan menjadi pelopor perdamaian dunia,” tuturnya.
Melalui Ruwat Agung Soekarno, masyarakat diajak untuk tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi juga mengambil hikmah dari perjalanan para pendiri bangsa. Dengan memperkuat hubungan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga persatuan, serta melestarikan nilai-nilai budaya luhur, Indonesia diharapkan mampu melangkah menuju masa depan yang lebih bermartabat, sejahtera, dan penuh keberkahan.(sinyo)












