“Kami dibantu rekan-rekan Damkar Kabupaten Kediri yang mengirimkan dua unit armada. Kebutuhan air dipenuhi melalui pengisian ulang dari armada damkar dan sumber air di kawasan Sekartaji,” jelasnya.
Petugas menghadapi tantangan cukup berat karena banyaknya material kertas yang menjadi bahan bakar api. Meski demikian, upaya pemadaman akhirnya membuahkan hasil setelah petugas berjibaku selama lebih dari dua jam.
“Karena yang terbakar banyak kertas, api cukup cepat menyebar. Namun berhasil kami kendalikan,” ungkap Dhani.
Sekitar pukul 02.30 WIB, kobaran api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan terkendali hingga sekitar 80 persen. Meski demikian, petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Hingga Senin pagi, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Petugas juga belum dapat memastikan ada tidaknya korban maupun besaran kerugian akibat peristiwa tersebut.
“Kami masih melakukan identifikasi titik awal api. Untuk korban dan kerugian akan kami sampaikan setelah proses pemeriksaan selesai,” katanya.
Sementara itu, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik yang kemudian menyambar tumpukan kertas di dalam gudang. Kondisi cuaca panas disertai angin yang cukup kencang diduga turut mempercepat penyebaran api.(sinyo)












