Petugas berjibaku melawan kobaran api selama lebih dari empat jam hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 00.00 WIB.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh pemanas berbahan arang yang masih menyala tanpa pengawasan. Percikan api kemudian dengan cepat merambat ke bagian kandang dan membakar bangunan beserta isinya.
“Diduga api berasal dari pemanas arang yang dinyalakan tanpa pengawasan,” jelas Kaleb.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menghanguskan sebagian besar area peternakan dan mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar, sementara aset yang berhasil diselamatkan ditaksir sekitar Rp100 juta.(sinyo)












