Di Ujung Desa, SDN Simbarlor Menjaga Asa Membangun Generasi Anak Bangsa

admin
Img 20260619 Wa0007

Dedikasi guru tidak hanya terlihat di ruang kelas. Dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Alvian juga harus mengambil sendiri jatah makanan siswa karena kendaraan distribusi belum dapat menjangkau lokasi sekolah.
Setiap hari ia menempuh perjalanan sekitar lima kilometer untuk mengambil makanan sebelum atau sesudah kegiatan belajar dimulai.

Bahkan biaya transportasi dan bahan bakar kerap ditanggung secara pribadi demi memastikan para siswa tetap memperoleh haknya.
Tantangan lain juga datang dari kondisi lingkungan sekitar. Aktivitas pertanian menyebabkan suara traktor dan debu sering masuk ke ruang kelas. Di sisi lain, sekolah juga pernah mengalami kesulitan air bersih ketika sumur mengering dan pompa air mengalami kerusakan.

“Dulu sumur sering kering dan alat pompanya rusak. Pernah anak-anak masuk sekolah dalam kondisi belum mandi selama beberapa hari karena diimbau untuk hemat air,” kenang Alvian.

Semangat serupa juga ditunjukkan Mu’anam, guru Pendidikan Agama asal Kecamatan Gurah yang setiap hari menempuh perjalanan sekitar 18 kilometer menuju sekolah. Menurutnya, mengajar di SDN Simbarlor merupakan bentuk pengabdian untuk memastikan setiap anak tetap memperoleh hak atas pendidikan yang layak.

“Ikhlas dan memang diniatkan untuk mengajar anak-anak. Kadang kami juga menggunakan dana pribadi untuk mencetak modul, bahan ajar, dan media pembelajaran penunjang lainnya,” tuturnya.

Img 20260619 Wa0008

Tahun ini SDN Simbarlor meluluskan satu siswa yang diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Meski tanpa perayaan yang meriah, kelulusan tersebut menjadi simbol bahwa sekolah ini terus melahirkan generasi penerus yang siap melangkah menuju masa depan.

Di tengah berbagai keterbatasan, SDN Simbarlor membuktikan bahwa pembangunan sumber daya manusia dimulai dari hadirnya akses pendidikan yang merata hingga ke pelosok desa. Selama masih ada anak-anak yang ingin belajar, sekolah ini tetap menjadi rumah ilmu pengetahuan, tempat menanamkan karakter, sekaligus menjaga harapan lahirnya generasi penerus bangsa yang berkualitas.(sinyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!