Pemerintah Desa Golan Kembangkan Budidaya Melon untuk Dukung Ketahanan Pangan

admin
Img 20260622 Wa0057

“Keberhasilan budidaya melon sangat bergantung pada cuaca, ketersediaan air, perawatan tanaman, dan pengendalian hama maupun penyakit. Karena itu kami berupaya melakukan perawatan secara maksimal agar tanaman dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, tanaman melon memiliki masa tanam yang relatif singkat dibandingkan beberapa komoditas pertanian lainnya. Dalam kondisi normal, tanaman dapat dipanen sekitar 60 hari setelah tanam. Dengan siklus tanam yang cukup cepat, budidaya melon berpotensi dilakukan hingga empat kali dalam satu tahun apabila kondisi cuaca dan lingkungan mendukung.

Img 20260622 Wa0055

Dari sisi pemasaran, hasil panen melon dapat dipasarkan melalui berbagai jalur, mulai dari pedagang pengepul, tengkulak, hingga sistem pembelian borongan langsung di lokasi kebun. Selain memenuhi kebutuhan pasar lokal, hasil panen melon Desa Golan juga berpotensi dipasarkan ke luar daerah.

“Hasil panen dapat dipasarkan melalui pengepul, tengkulak, maupun sistem borongan langsung di lokasi kebun. Bahkan beberapa pembeli dari Jakarta kerap melakukan pembelian langsung sehingga peluang pasarnya cukup terbuka,” tambah Prapto.

Pemerintah Desa Golan berharap program budidaya melon ini dapat menjadi salah satu sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi BUMDes Unggul Madani. Keuntungan yang diperoleh nantinya diharapkan dapat mendukung pembangunan desa dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Program budidaya melon tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam mengoptimalkan sektor pertanian yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Dengan dukungan BUMDes dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan hasil yang optimal saat masa panen tiba. (Tris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!