Kabupaten Kediri sendiri merupakan salah satu sentra produksi jagung di Jawa Timur. Saat ini luas tanam jagung mencapai sekitar 56.000 hektare dengan total produksi mencapai 392.000 ton. Rata-rata produktivitasnya mencapai 7 ton per hektare.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Dhito juga berdialog langsung dengan para petani. Ia memotivasi mereka untuk terus meningkatkan produktivitas melalui penerapan budidaya yang baik serta memanfaatkan dukungan pemerintah secara optimal.
Salah seorang petani, Ahmad Rudianto asal Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, menyampaikan bahwa lahan jagung di wilayahnya mampu menghasilkan hingga 9 ton per hektare.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Sukadi, mengatakan bantuan benih jagung merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.
Menurut Sukadi, benih yang disalurkan merupakan benih unggul yang diharapkan mampu meningkatkan hasil panen petani. Selain bantuan benih, pemerintah daerah juga terus memberikan pendampingan teknis kepada petani agar produktivitas lahan semakin meningkat.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para kelompok tani. Dengan benih unggul, dukungan alsintan, pendampingan penyuluh, serta adanya kepastian harga dari Bulog, petani semakin semangat meningkatkan produksi jagung sehingga kesejahteraan mereka ikut meningkat,” ujar Sukadi.(sinyo)












