Mashuri menambahkan, komunikasi yang baik sejak awal diharapkan mampu mencegah munculnya berbagai persoalan di kemudian hari. Apabila terjadi kendala dalam proses belajar maupun perkembangan peserta didik, sekolah dan orang tua dapat menyelesaikannya melalui musyawarah.
“Harapannya, sekolah dan orang tua memiliki komitmen yang sama dalam mendampingi anak. Jika ada persoalan, dapat diselesaikan bersama melalui komunikasi yang baik sehingga tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan berbagai informasi mengenai pelaksanaan MPLS, tata tertib sekolah, serta ketentuan rombongan belajar sesuai regulasi pemerintah. Mashuri menegaskan bahwa setiap rombongan belajar dibatasi maksimal 32 peserta didik agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak menimbulkan kendala administrasi pada sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Selain itu, kegiatan Parenting membahas sejumlah materi penting yang dibutuhkan orang tua dalam mendampingi anak usia remaja. Di antaranya pengenalan kurikulum dan program sekolah, pemahaman psikologi masa transisi dari SD ke SMP, penerapan pola asuh yang efektif melalui komunikasi terbuka, hingga pentingnya pengawasan penggunaan gawai.
Sekolah juga mengajak seluruh wali murid untuk bersama-sama menanamkan pendidikan karakter di rumah agar sejalan dengan pembiasaan yang diterapkan di sekolah.
Melalui kegiatan Parenting ini, SMPN 1 Wates berharap terbangun kemitraan yang kuat antara sekolah dan orang tua sehingga proses pendidikan berlangsung lebih optimal, sekaligus mampu mencetak peserta didik yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.(sinyo)












