Muhsin mengungkapkan, gerakan tersebut telah memberikan dampak signifikan terhadap penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Kediri.
“Data awal menunjukkan jumlah ATS mencapai sekitar 11.181 anak. Berkat kolaborasi sekolah, pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak, hingga saat ini 5.481 anak berhasil kembali ke bangku sekolah. Ini capaian yang sangat membanggakan dan menjadi bukti bahwa kepedulian bersama mampu mengubah masa depan anak-anak kita,” ungkapnya.
Ia optimistis target nasional penurunan angka ATS dapat terlampaui sebelum akhir tahun.
“Kami tidak ingin berhenti pada penghargaan. Fokus kami adalah memastikan tidak ada lagi anak Kabupaten Kediri yang kehilangan hak memperoleh pendidikan. Dengan semangat gotong royong, saya yakin target nasional bahkan bisa kita lampaui,” tegas Muhsin.
Lebih jauh, Muhsin berharap Festival Pelepasan Siswa Berbudaya menjadi identitas baru dunia pendidikan Kabupaten Kediri.
“Pelepasan siswa harus menjadi momentum menanamkan karakter, rasa syukur, empati, dan kepedulian sosial. Kami ingin lulusan Kabupaten Kediri bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap sesama. Itulah makna pendidikan yang sesungguhnya,” pungkasnya.(sinyo)












