Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto yang juga menjabat Ketua PBVSI Kota Kediri menegaskan komitmennya mendukung penuh program Pemerintah Kota Kediri dalam membangun prestasi bola voli melalui pembinaan yang berkelanjutan.
“Saya selaku Ketua PBVSI Kota Kediri akan mendukung sepenuhnya program-program Ibu Wali Kota, khususnya dalam pengembangan olahraga bola voli agar semakin banyak atlet berprestasi yang lahir dari Kota Kediri,” tegasnya.
Menurut AKBP Kresno, turnamen ini menjadi wadah strategis untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial dari setiap kelurahan. Para pemain yang menunjukkan performa terbaik akan diproyeksikan mendapatkan pembinaan sehingga mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.
“Turnamen bola voli ini menjadi wadah yang sangat baik untuk menemukan bibit-bibit pemain berbakat dari setiap kelurahan di Kota Kediri. Nantinya para atlet potensial akan mendapat pembinaan sehingga mampu berkembang dan berprestasi hingga tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Laga final sendiri berlangsung dramatis. Pada kategori putra, Kelurahan Ngampel berhasil menaklukkan Kelurahan Betet dengan skor tipis 3-2 dan keluar sebagai juara. Sementara pada kategori putri, Kelurahan Jamsaren sukses mengalahkan Kelurahan Ngadirejo dengan skor 3-2 setelah pertandingan berlangsung sengit.
Sebelum partai puncak dimulai, ribuan penonton juga disuguhkan laga eksibisi antara tim Omah Sawah melawan Petrokimia Gresik, yang dimenangkan tim tamu dengan skor 2-1.
Berkat sinergi seluruh unsur penyelenggara dan pengamanan, Grand Final Volley Wali Kota Cup Kediri 2026 berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Keberhasilan penyelenggaraan turnamen ini menjadi bukti bahwa olahraga mampu menjadi perekat persatuan masyarakat, penggerak ekonomi lokal, sekaligus melahirkan atlet-atlet masa depan yang siap membawa nama Kota Kediri ke panggung prestasi yang lebih tinggi.(sinyo)












