Mediaciber.net.Kediri
Perundungan atau bullying bukan sekadar candaan. Ejekan, intimidasi, hingga pengucilan dapat meninggalkan luka psikologis bagi korban dan mengganggu proses belajar. Untuk mencegah hal itu terjadi, Satbinmas Polres Kediri turun langsung ke sekolah melalui program Polisi Jogo Sekolah, Kamis (29/10/2026).
Kali ini, dua lembaga pendidikan di Kecamatan Pare menjadi sasaran kegiatan, yakni SMK Bhakti Mulia dan SMPN 2 Pare, Kabupaten Kediri. Sejak pukul 06.30 WIB, personel Satbinmas memberikan edukasi dan imbauan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada para pelajar.
Langkah ini bukan sekadar sosialisasi. Polres Kediri ingin menanamkan kesadaran bahwa sekolah harus menjadi ruang aman bagi setiap siswa, bukan tempat tumbuhnya rasa takut akibat perlakuan teman sebaya.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diajak meningkatkan kedisiplinan, menjaga ketertiban, menghormati perbedaan, serta membangun pertemanan yang sehat. Siswa juga diingatkan agar tidak menjadikan ejekan, penghinaan, pengucilan, maupun kekerasan fisik sebagai bahan candaan.
Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif melalui Kasat Binmas AKP Dyah Ayu Mitra menegaskan, pencegahan perundungan membutuhkan kepedulian seluruh warga sekolah. Menurutnya, setiap siswa berhak mendapatkan rasa aman selama menempuh pendidikan.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh siswa untuk belajar dan mengembangkan potensi diri. Karena itu, kami mengajak para pelajar untuk saling menghormati, tidak melakukan perundungan dalam bentuk apa pun, serta berani melapor apabila mengetahui adanya tindakan kekerasan di lingkungan sekolah,” ujar AKP Dyah.
Ia menekankan, keberanian melapor menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah perundungan berlarut-larut. Siswa yang mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut diimbau segera meminta bantuan kepada guru, pihak sekolah, maupun kepolisian.












