Perhatian khusus juga diberikan terhadap pencegahan perundungan atau bullying. Pemahaman mengenai dampak perundungan perlu terus ditanamkan kepada anak, orang tua, maupun tenaga pendidik agar lingkungan keluarga dan sekolah benar-benar menjadi ruang aman bagi anak.
Pemkab Kediri juga menegaskan pentingnya mencegah segala bentuk kekerasan dan eksploitasi yang dapat menghambat tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menjelaskan, resepsi HAN 2026 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan selama beberapa bulan terakhir.
Berbagai kegiatan digelar untuk mendorong perkembangan anak, mulai dari perlombaan, jalan santai hingga simulasi yang berkaitan dengan kemampuan fisik motorik, kognitif, serta sosial emosional.
“Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak melalui aktivitas yang edukatif dan menyenangkan,” ungkap Muhsin.
Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, peringatan HAN 2026 di Kabupaten Kediri melibatkan sekitar 1.200 peserta. Mereka terdiri dari anak-anak PAUD, para pendamping, serta undangan dari berbagai organisasi mitra PAUD.
Melalui momentum ini, Pemkab Kediri berharap kepedulian terhadap hak dan perlindungan anak semakin kuat. Sebab, masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh bagaimana pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kesempatan.(sinyo)












