“Harapan kami, anak-anak tidak hanya mampu menghasilkan karya yang bagus, tetapi juga memahami pesan yang mereka sampaikan. Jangan sampai mereka hanya pandai menggambar tentang kejujuran, tetapi harus mampu menerapkan kejujuran itu dalam perilaku sehari-hari,” lanjutnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari perwakilan Kejaksaan yang turut hadir. Kehadiran unsur penegak hukum ini menjadi bentuk sinergi dalam memperkuat pendidikan dan budaya antikorupsi di lingkungan sekolah.
Dari 70 peserta yang mengikuti perlombaan, nantinya akan dipilih 10 peserta terbaik untuk melaju ke babak grand final yang dijadwalkan berlangsung di Convention Hall. Pada kesempatan tersebut juga akan dilaksanakan pemilihan Duta Antikorupsi sebagai upaya melahirkan pelajar yang mampu menjadi pelopor dan menyebarluaskan nilai-nilai integritas di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Pemilihan Duta Antikorupsi diharapkan tidak berhenti pada pemberian gelar semata. Para pelajar terpilih diharapkan mampu menjadi contoh dalam membangun budaya jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta berani menolak segala bentuk kecurangan.
Melalui lomba ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri ingin menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Penanaman nilai antikorupsi juga harus dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah, melalui pendidikan karakter yang konsisten dan berkelanjutan.(sinyo)












