Mediaciber.net.Lamongan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lamongan Sidokumpul berhenti total selama dua pekan (5–19 Oktober 2026). Akibatnya, siswa dari empat sekolah, termasuk SDN Jetis 3, TK Kartika IV-46, SMPN 2, dan SMP Aplikatif Lamongan terpaksa gigit jari tanpa kepastian kapan program unggulan Presiden ini akan berjalan kembali.
Polemik memanas setelah mencuat laporan tertanggal 28 Oktober 2026 yang menyebut Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Sidokumpul disetop oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, Kepala SPPG Sidokumpul, Agustina Nurul Herdian, membantah keras tuduhan tersebut dan balik menuding kegagalan sistem pusat sebagai akar masalah.
Sengketa operasional ini dipicu oleh macetnya pencairan dana selama 7 minggu sejak awal September hingga minggu kedua Oktober. Penyebabnya adalah kesalahan input data Virtual Account (VA) BRI oleh sysadmin BGN pusat, yang membuat nomor HP, NIK, dan email tidak sinkron, sehingga kode OTP untuk aktivasi gagal diakses.
Penghentian sepihak ini memukul langsung para penerima manfaat. Person in Charge (PIC) SDN Jetis 3, Laura Patresia, mengungkapkan situasi di lapangan kini sangat mengkhawatirkan.
“Dampaknya sangat luas dan besar. Wali murid mengeluhkan karena anak-anak tidak lagi mendapatkan makanan. Banyak yang bertanya, kapan program ini kembali berjalan,” ujar Laura saat ditemui di ruang guru dengan didampingi Tim PIC MBG SDN Jetis 3 Lamongan Mita Indah Risdianti dan Nurul Ita Wulansari.
Padahal saat berjalan, program ini dinilai sangat membantu meningkatkan semangat belajar siswa dengan menu yang variatif dan sayur segar. Kini, wali murid yang mayoritas bekerja terpaksa kembali kelimpungan menyiapkan bekal. Pihak sekolah juga mempertanyakan mengapa ada sekolah lain yang tetap menerima MBG, sementara siswa mereka diabaikan. “Program Presiden ini sudah bagus, jangan sampai persoalan membuat siswa kehilangan haknya,” tegas Laura. Jum’at 06 November 2026.












