Mediaciber.net.Palangka Raya – Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M., didampingi Komandan Korem (Danrem) 102/Pjg Brigjen TNI Bayu Permana ikuti Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla, Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Akibat Dampak El Nino Wilayah Prov. Kalteng Tahun 2023, Bertempat di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur, Palangka Raya. Kamis (5/10).
Karhutla yang terjadi di Wilayah Prov. Kalteng Menjadi Perhatian serius Pemprov Kalteng karena Dampak dari Kabut asap sangat mempengaruhi berbagai sektor. Mayoritas Karhutla di Wilayah Prov. Kalteng terjadi di Lahan Gambut dan menjadi kesulitan tersendiri dalam penanganannya, yang mana Gambut mengandung bahan bakar berupa sisa tumbuhan sampai di bawah permukaan tanah, sehingga jika terjadi kebakaran, api akan menjalar di bawah permukaan tanah secara lambat dan sulit dideteksi/dipadamkan, serta menimbulkan asap tebal. Setelah pelaksanaan Rakor ini, Gubernur Kalteng meminta kepada instansi terkait agar segera membuat Dapur umum untuk mendukung para petugas pemadam Karhutla di seluruh wilayah Prov. Kalteng.
Dalam arahannya Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M., mengucapkan terima kasih atas dukungan penyelenggaraan HUT TNI Ke-78 yang dilaksanakan di Wilayah Korem 102/Pjg. Paparan-paparan dari instansi terkait sudah di sampaikan. Tahun ini memang diprediksi terjadi Karhutla yang besar, ini adalah tugas kita bersama dalam penanganan dan pencegahan. TNI akan mendukung penuh dalam hal penanganan Karhutla. Kita terus sampaikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan Karhutla. Kepada Pemprov dan instansi terkait segera menurunkan anggaran Dana Karhutla karena hal ini sangat penting untuk menambah logistik di lapangan. Termasuk sarana-sarana kesehatan TNI juga siap membantu. Inilah salah satu wujud loyalitas TNI kepada Masyarakat untuk membantu kesulitan di tengah masyarakat.
Dalam paparannya Danrem 102/Pjg Brigjen TNI Bayu Permana selaku Wakil Ketua II peningkatan upaya penanggulangan Karhutla. 1 Minggu Terakhir periode 27 September s.d. 4 Oktober 2023, Hotspot terdeteksi 21.243 Hotspot, Kejadian kebakaran 462 dan 1339,732 Ha. – Hotspot terbanyak Kab Pulpis dan Kab Kapuas. Kejadian Kebakaran terbanyak Kab. Katingan dan Kota Palangka Raya – dan Luas Lahan Terbakar Kab Katingan dan Kab Kotawaringin Timur. Adapun Dampak Karhutla apabila kita tidak segera atasi bersama. Kerusakan lingkungan Karhutla dapat merusak ekosistem hutan dan lahan gambut yang penting. Ini dapat mengakibatkan hilangnya habitat satwa liar, termasuk spesies-spesies yang terancam punah.
Selain itu, kebakaran ini juga dapat merusak tanah dan mengurangi kesuburan tanah, yang dapat memengaruhi produksi pertanian di masa mendatang. Kesehatan masalah Pernapasan Asap dari kebakaran dapat menyebabkan masalah pernapasan, terutama pada anak-anak dan orang tua. Gangguan Kesehatan Umum, Asap yang tebal dan kabut dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti iritasi mata, sakit tenggorokan, dan sakit transportasi Asap tebal dari kebakaran hutan dapat mengganggu operasi penerbangan yang mengakibatkan pembatalan dan penundaan penerbangan, yang berdampak pada penumpang dan perusahaan penerbangan. Asap yang tebal dapat mengganggu operasi transportasi darat, terutama jika jarak pandang berkurang. Ini dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dan penundaan dalam pengiriman barang.










