Mediaciber.net.JAKARTA – Sinergisitas antara penyelenggara pemilu dan jurnalis dalam Pemilu 2024 penting untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan informasi yang akurat.
Penyelenggara pemilu dapat memberikan akses yang lebih baik kepada jurnalis untuk meliput proses pemilu, sementara jurnalis bertanggung jawab menyampaikan informasi dengan objektivitas dan akurasi untuk memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat.
Hal ini disampaikan Anggota KPU, August Mellaz saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Jurnalis Pemilu dengan Tema “Literasi Pemilu sebagai Sarana integrasi Bangsa”, di Jakarta, Rabu (15/11/2023).
Menurut Mellaz, kerja sama antara media dan KPU dalam Pemilu 2024 dapat mencakup penyediaan informasi yang akurat, transparansi, dan kolaborasi dalam sosialisasi dan pendidikan pemilih.
“Media dapat memainkan peran kritis dalam menyampaikan informasi pemilu, termasuk peraturan, calon, dan proses pemungutan suara kepada masyarakat.
KPU, sementara itu, dapat memberikan akses lebih lanjut kepada media untuk meliput kegiatan terkait pemilu dan memberikan klarifikasi ketika diperlukan.
Kolaborasi ini dapat meningkatkan pemahaman publik dan meningkatkan partisipasi dalam proses demokratis,” kata Mellaz FGD yang digelar selama 3 hari ini (15-17/11/2023) menghadirkan narasumber, yakni Subiran Paridamos, mantan jurnalis senior Direktur Eksekutif Sentral Politika, Visual Investigative Producer Narasinewsroom, Aqwam Fiazmi Hanifan, dan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Henry Ch Bangun. Narasumber pertama, Subiran Paridamos menegaskan bahwa pers adalah pilar keempat demokrasi.
Menurut Subiran, bicara tentang value/nilai/prinsip dasar jurnalis, pasti akan kembali ke kitab suci jurnalis karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel yang berjudul ‘The Elements of Journalism”. “Tidak ada demokrasi tanpa kebebasan pers.
Pers, Media Massa, terkhusus jurnalis adalah jembatan penghubung antara rakyat – Negara, Publik – Suprastruktur Politik, antara rakyat dan infrastruktur politik, antara infrastruktur politik dan suprastruktur politik.
Lebih jauh Pers adalah penyambung lidah rakyat yang sesungguhnya,” katanya. Lanjutnya, salah satu esensi demokrasi itu adalah pemilu yang luber dan jurdil, pers sangat mempengaruhi tidak hanya proses dan hasilnya, namun juga mengawal pemerintahan untuk menjalankan amanat konsitusi.










