Mediaciber.net.Kediri – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, tak hanya menghadirkan pembangunan fisik. Program ini juga menjadi ruang penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat dalam melawan kekerasan terhadap perempuan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Edukasi pencegahan kekerasan dan TPPO digelar pada Kamis (5/3/2026) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan nonfisik TMMD. Sosialisasi ini melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur bersama Dinas P2KBP3A Kabupaten Kediri.
Kabid Perlindungan Perempuan dan Kualitas Keluarga DP3AK Provinsi Jawa Timur, Soffie Puspitasari, menegaskan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan perdagangan orang masih menjadi ancaman nyata yang kerap terjadi secara tersembunyi di masyarakat.
Menurutnya, keberanian untuk berbicara dan melapor menjadi kunci penting dalam memutus rantai kejahatan tersebut.
“Berani berbicara adalah langkah awal untuk menghentikan kekerasan. Ketika korban atau masyarakat berani melapor, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan potensi kejahatan yang lebih luas bisa dicegah,” tegas Soffie.
Ia menjelaskan, praktik TPPO sering muncul dengan berbagai modus yang kerap menjerat masyarakat, mulai dari tawaran pekerjaan bergaji tinggi, perekrutan tenaga kerja tanpa prosedur resmi, hingga penipuan yang menyasar kelompok rentan seperti perempuan dan anak.
Sementara itu, Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Kediri, dr. Nurwulan Andadari, menilai sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak hingga ke tingkat desa.
Menurutnya, pemahaman masyarakat tentang bentuk kekerasan dan modus perdagangan orang sangat penting agar masyarakat tidak mudah terjebak atau menjadi korban.












