Mediaciber.net.Kediri – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kekurangan tenaga pendidik akibat meningkatnya jumlah aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa pensiun.
Data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kediri mencatat sedikitnya 472 ASN akan pensiun dalam waktu dekat, dengan mayoritas berasal dari kalangan guru. Sebelumnya, sebanyak 590 ASN pensiun pada 2024 dan 527 ASN pada 2025.
Kepala Disdik Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, mengatakan kondisi tersebut telah diantisipasi sejak dini melalui sejumlah kebijakan.
“Kami sudah memetakan potensi kekurangan guru sejak beberapa tahun terakhir. Karena itu, langkah-langkah antisipatif sudah kami siapkan agar tidak mengganggu proses belajar mengajar,” ujarnya.
Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik melalui skema pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu.
“Pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi solusi cepat untuk menutup kekurangan guru. Saat ini sudah ada 1.588 guru yang kami angkat melalui skema tersebut,” katanya.
Namun, Muhsin mengakui, penambahan tenaga PPPK juga memunculkan dinamika baru di lapangan. Sejumlah sekolah justru mengalami kelebihan tenaga pendidik.
“Di beberapa sekolah memang terjadi kelebihan guru. Tapi ini justru menjadi peluang bagi kami untuk melakukan pemerataan,” ungkapnya.
Menurut dia, Disdik kini fokus melakukan redistribusi atau penataan ulang penempatan guru agar kebutuhan di setiap sekolah dapat terpenuhi secara proporsional.
“Kami lakukan penataan berbasis kebutuhan riil di masing-masing sekolah. Guru yang berlebih akan kami distribusikan ke sekolah yang masih kekurangan,” jelasnya.












