Mediaciber.net.Kediri – Kesabaran warga Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, mencapai batas. Setelah dua kali melakukan blokade akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa hasil, warga terdampak kembali turun ke jalan. Kali ini, aksi tak lagi simbolik: blokade akan digelar selama sepekan penuh, mulai Senin (6/4) hingga Sabtu (11/4).
Aksi ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan warga terhadap pemerintah yang dinilai berulang kali mengingkari janji pencairan kompensasi dampak TPA.
Koordinator lapangan aksi, Imam Sopi’i, menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi izin resmi. Surat pemberitahuan aksi damai telah dilayangkan dan diterima oleh Polres Kediri Kota.
“Ini bukan aksi spontan. Kami sudah tempuh prosedur. Mulai besok, selama enam hari, kami akan tetap di lokasi dengan tuntutan yang sama: kompensasi Rp2 juta per kepala keluarga harus segera dicairkan,” tegas Imam, Sabtu (4/4).
Tak hanya soal nominal, warga juga menuntut kepastian. Mereka mendesak Wali Kota Kediri untuk tidak lagi berdiam diri dan segera memberikan pernyataan resmi terkait jadwal pencairan kompensasi yang selama ini dinilai abu-abu.
“Kalau memang masih proses, sampaikan secara terbuka. Jangan terus menggantung nasib warga,” tambahnya.












