Mediaciber.net.Kediri
Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri tak sekadar memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah terbaik dalam Festival Pelepasan Siswa Berbudaya 2026, tetapi juga menegaskan komitmennya membangun budaya pendidikan yang sederhana, bermakna, dan berpihak pada anak. Festival yang digelar di Gedung Bagawanta Bhari, Rabu (22/7), itu menjadi bukti bahwa seremoni kelulusan dapat menjadi gerakan sosial yang berdampak nyata.
Sebanyak 10 sekolah terbaik dari masing-masing kategori PAUD, TK, SD, dan SMP menerima penghargaan setelah melalui proses penilaian yang ketat. Selain piagam, para pemenang juga mendapatkan uang pembinaan untuk mendorong lahirnya inovasi pelepasan siswa yang lebih edukatif dan berkarakter.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., mengatakan persaingan tahun ini jauh lebih kompetitif dibandingkan tahun sebelumnya. Banyak sekolah baru tampil mengejutkan dengan konsep pelepasan siswa yang kreatif tanpa menghilangkan nilai kesederhanaan.
“Saya bangga karena semangat sekolah-sekolah luar biasa. Kompetisinya sangat ketat. Banyak pendatang baru yang mampu bersaing bahkan masuk jajaran terbaik. Ini membuktikan bahwa budaya pelepasan siswa yang sederhana, berkarakter, dan bermakna mulai menjadi gerakan bersama di Kabupaten Kediri,” ujar Muhsin.
Menurutnya, Festival Pelepasan Siswa Berbudaya bukan sekadar ajang memilih sekolah terbaik, melainkan bagian dari transformasi budaya pendidikan. Jika sebelumnya pelepasan siswa identik dengan kemewahan, kini sekolah diajak mengubahnya menjadi kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Tahun ini kami mengajak sekolah tidak hanya menggelar pelepasan secara sederhana, tetapi juga berbagi kepada anak-anak yang rentan putus sekolah. Kami ingin setiap perpisahan melahirkan harapan baru bagi anak-anak lain agar bisa terus melanjutkan pendidikan,” katanya.












