Mediaciber.net.Madiun
Salah satu desa penghasil tanaman porang di Kabupaten Madiun ,Desa Sumberbendo Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun ,mulai dikenal sebagai salah satu pusat budidaya porang yang menjanjikan. Komoditas umbi yang satu ini tidak hanya mencuri perhatian petani lokal, tetapi juga industri pangan dan kesehatan di tingkat nasional . Dengan lahan yang subur, dukungan masyarakat, serta peluang pasar yang lebar, potensi petani porang di Desa Sumberbendo terus menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Desa Sumberbendo di Kabupaten Madiun kini perlahan dikenal sebagai salah satu daerah dengan perkembangan budidaya porang yang pesat. Di desa ini, tanaman porang bukan hanya sekadar alternatif, tetapi sudah menjadi harapan baru bagi banyak petani. Hampir setiap musim tanam, lahan-lahan yang tadinya digunakan untuk jagung atau ketela mulai berubah menjadi kebun porang yang hijau dan teduh. Perubahan itu bukan tanpa alasan. Sumberbendo memiliki tanah yang gembur, lembap, dan kaya unsur organik—lingkungan alami yang sangat disukai tanaman porang. Kondisi inilah yang membuat bibit cepat tumbuh, umbi berkembang baik, dan perawatannya tidak menyita banyak waktu.
Para petani di Desa Sumberbendo menyadari bahwa porang menawarkan nilai ekonomi yang jauh lebih menarik dibanding beberapa komoditas lain yang selama ini mereka tanam. Ketika panen tiba, harga porang cenderung stabil dan menguntungkan. Umbinya bisa dijual dalam bentuk basah atau dikeringkan, bahkan ada yang mulai memasoknya ke perusahaan pengolahan glukomanan di wilayah sekitar.
Perkembangan budidaya ini tidak berjalan sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok-kelompok tani terbentuk dan menjadi ruang belajar bersama. Petani saling bertukar pengalaman tentang bibit unggul, teknik pemupukan, pola naungan, hingga proses pengeringan pascaproduksi. Pendampingan dari penyuluh pertanian dan pemerintah daerah juga memberi angin segar, terutama dalam pengenalan teknologi sederhana untuk pascapanen. Masyarakat perlahan belajar bahwa nilai jual porang akan meningkat jika kualitas umbi dan pengolahannya baik.












