Ia juga memberikan sentuhan moril, guna memotivasi nelayan agar bersama-sama menjaga kelestarian sungai rungan sebagai mata pencarian para nelayan. Dengan tidak melaksanakan tindakan-tindakan yang dilarang, seperti mencari ikan dengan pukat harimau dan bom ikan, yang dapat merusak ekosistem air dan potensi ikan, ujarnya.
Sementara itu Bapak Fauzi (42) selaku nelayan setempat mengatakan bahwa dari pendapatan tangkapan ikan lebih banyak waktu musim kemarau, namun bila masuk musim penghujan pendapatan sedikit tapi harga jual tinggi, musim kemarau paling sedikit pendapatan ikan per hari 10 kg dan bila musim banjir 1 atau 2 kg aja susah, cukup untuk makan sehari hari, ungkapnya.
Fauzi berharap dengan adanya kegiatan TMMD dari TNI di Kelurahan Petuk Katimpun dapat mengatasi kesulitan para masyarakat bantaran sungai rungan, sehingga bisa menyampaikan keluh kesahnya kepada pemerintah setempat. (Ryt)












