Mediaciber.net.Lamongan – Curah hujan tinggi di Kabupaten Lamongan menyebabkan banjir di beberapa wilayah Kecamatan, dan salah satunya menyebabkan tanggul kali Desa Pomahanjangan Kecamatan Turi jebol di tiga titik.
Anshori Anggota DPRD Gerindra dapil V ketika dikonfirmasi di lokasi yang datang langsung ke lokasi tanggul kali jangan yang jebol bersama Forkopimcam.” Ya mas hari Senin (24/10) kita cek ke lokasi tanggul kali Desa Pomahanjangan bersama Pak Sekcam Turi, Polsek Turi, Koramil Turi, Kades Bambang, Kades pomahanjangan, dan kades Kepudibener,” kata Anshori.
Sebelum ke lokasi dirinya bersama Forkopimcam menyusuri kali Jangan. “Kami melihat kali Dusun Jangan Desa Pomahanjangan ini banyak lokasi yang sangat berpotensi jebol, baik itu bekas tanggul yang pernah jebol maupun kondisi tanggul yang kurang kuat, kalau intensitas hujan tinggi, kami khawatir tanggul kali jebol lebih parah, kalau sampai jebol lebih parah,” bebernya.
Akibat tanggul kali yang jebol itu, kata Anshori , petani Kepudibener dan Pomahanjangan akan terancam gagal panen, padahal ini satu-satunya harapan untuk menikmati hasil panen. “Setelah kemarin 6 bulan kebanjiran dan banyak mengalami kerugian akibat gagal panen ikan. Tadi kami jumpai ada 3 titik lokasi yang jebol, kami melihat langsung masyarakat kepudibener dan pomahanjangan kerja gotong royong memperbaiki tanggul,” jelasnya.
Dari cek lokasi dan dialog dengan petani dan berbagai pihak yang ikut melihat kondisi tanggul yang jebol, Anshori menjabarkan ada beberapa permintaan kepada Pemda Lamongan. Pertama, mereka meminta nanti setelah panen ada perbaikan tanggul dari dinas PU SDA, tadi saya langsung telp dinas PU SDA, pihak dinas menyatakan siap untuk memperbaiki tanggul tersebut, dan itu di saksikan Kades Pomahanjangan dan para petani,” akunya.
Meski demikian, Anshori berharap nanti setelah panen segera terealisasi, biar para petani tenang dalam bekerja, tidak khawatir tanggul jebol. “Kedua, para Kades dan petani meminta logistik untuk penanganan banjir, agar di taruh di Kecamatan, biar distribusinya lebih cepat dan memudahkan pengambilan apabila sewaktu-waktu ada kondisi darurat seperti tanggul jebol, mereka bisa segera mengambil di kantor kecamatan,” terangnya.
Dia mengaku menyesalkan bantuan logistik dari BPBD setempat datang terlambat. “Tadi kami sangat menyesalkan bantuan logistik dari BPBD seperti terpal, sak, bongkotan dan anyaman bambu sangat lambat , jam 11:00 lebih baru nyampai lokasi, padahal saya udah telp ke BPBD, kan kasihan masyarakat yang sudah kerja bakti mulai pagi menanti bantuan logistik untuk perbaikan tanggul tersebut,” akunya.












