Mediaciber.net.Lamongan – Warga Desa karang tergabung dalam remaja masjid mengadakan Maulid nabi Muhammad.acara di laksanakan pada Kamis (28/09/2022)di desa Karang Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan
Acara di isi dengan bacaan Ayat suci Al Qur’an,ketua Takmir masjid, Ketua K3 desa Karang.Desa Karang Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan . Demikian halnya ceramah Gus Muwafiq, semua jamaah terkesima dg ajakan selalu mengikuti ajaran nabi Muhammad.
Panitia Maulid yang terdiri dari Remaja masjid,Para perantauan asal desa karang yang tergabung dalam paguyuban K3,Indonesia) dari segi pendanaanya.
Menurut KH Nur Sholeh Ketua Takmir Masjid Nurul Huda mengatakan ,”Alhamdulillah acara bisa terselenggara atas kerjasama panitia dan K3 perantauan di seluruh Nusantara,
“Kerjasama antara pemuda dalam desa maupun luar desa kekompakan bisa terselenggara acara ini kita iringan doa bisa sukses rejekinya.semoga harapan guyub rukun itu yang menandakan semoga terlaksana, semboyan guyub rukun rawe2 malang 2 puntung berkah maulid nabi semoga menjadi terlaksana,”semoga para perantau mendapatkan bimbingan dari Allah di perantauan ,” ujarnya
Sambutan selanjutnya dari perwakilan sekaligus Ketua K3 Nur Fauzi mengatakan,”Alhamdulillah berkat Rahmat Allah kita bisa berkumpul di desa ini.kita ucapkan kepada para donatur semoga di limpahkan rejekinya.kami berharap dengan kekompakan kedepannya Semoga guyub rukun,” kata Nur Fauzi.
Hal senada diungkapkan oleh Gus muafiq di acara pengajian mengatakan,”Maulid yang asli sing penting makan, pengajian model baru pidato.zaman Sayyid Salahuddin Al Ayubi panglima perang terakhir di lembah palestina.bagaimana biar semangat para prajurit biar tahu sejarah nabi di peringati pidato pertama Maulid nabi.perang di menangkan oleh kaum muslimin.
“Hari Senin adalah puasa zaman nabi di peringati pada waktu itu para sahabat setiap nabi berpuasa, para sahabat membawa makanan untuk di hidangkan ke nabi Muhammad bergantian menghidangkan masakan untuk berbuka puasa,dibalik itu ada cerita menunggu doa nabi berkah dan barokah .










