Bila makanan lebih dibawa pulang dan sudah barokah di namakan berkat itu sejarah asal muasal nya doa barokah.mungkin ada yang bertanya apa bisa makanan di sebut barokah.sudah ada di doa setelah makanan di doakan.barangnya sama tapi status makanan setelah di doakan menjadi lain,” ujarnya.
” Orang dulu sangat pandai selalu memberikan makanan masak yang enak agar bisa barokah.tabaruk menjadi barokah.kita harus faham makan an itu membentuk karakter kejiwaan.dari mana makanan bisa membawa doa.bila ada anak yang bebel kasih makan sambil didoakan.
Makanan tabaruk bila dimakan menjadi daging berkah.para pengusaha makanan begitu merantau banyak yang sukses . utamakan membuat makanan yang di sediakan yang di sukai anak anak,mohon para pengusaha sekarang di mulai memberikan makan untuk barokah warga desa di peringkat an warga desa .saya sudah mulai mengadakan maulid di Yogyakarta saya sediakan makanan untuk warga .kyai saja bisa makanan para pengusaha tak mampu.
Buat apa banyak uang bila yang pegang anak muda ,Jang di simpan untuk masa tua nanti tuanya tidak dapat merasakan nikmat.ibarat kata kata maulidan identik dengan ketan dan selalu ramai di acara maulid nabi.berkah barokah makanan dari perayaan maulid nabi.

Dulu zaman di Saudi Arabia tidak dilaksanakan karena teringat sejarah cucu nabi larangan tidak dilaksanakan karena politik tidak bealifiasi dengan arab Saudi masih banyak yang mengadakan maulid nabi.
Hikmah maulid bisa di lakukan dengan kegiatan sosial nabi dengan memberikan sesuatu yang bermanfaat buat umat.kita harus mencontoh segala sesuatu kegiatan nabi.sifat nabi anitum kharisum Alaikum,sesama satu iman harus kasih sayang itu yang perlu di contoh.
Para kyai mencontoh nabi bagian dari memberikan peninggalan untuk keimanan.,” Ungkapnya ( As).










