Miris Sampai Kuburan Keluarga Besar Serta Lahan Dijadikan Lahan Sawit Desa Tualan Kotim Oleh PT HSL

admin
Img 20240206 Wa0260

Yanto Saputra,yang merupakan ahli waris merasa tidak menerima perlakuan pengarapan lahan serta makam leluhur keluarga besar mereka ini, ia merasa sangat direndahkan apalagi kuburan ini sangat sakral, memiliki nilai histori yang tak ternilai untuk keluarga mereka.
“Sebagai anak cucu keturunan merasa kami perlu minta keadilan kepada pihak pengarap lahan,PT Hutan Agro Lestari,yaitu etika secara adat, hukum adat dan hukum yang berlaku. Kami yakin nenek moyang kami pasti mendukung niat kami sebab ini pelecehan terhadap keluarga besar kami sendiri,”ungkap Yanto, kepada media,selasa, 6 Januari 2024.
ditambahkan, oleh Yanto, sampai saat ini, pihaknya bersama keluarga besar belum ada penyelesaian dengan pihak perusahan tersebut.
Perlu masyarakat luas khususnya ketahui,bahwa miris perusahan sekelas HSL,yang mempunyai visi dan misi menjadi perusahaan lestari, unggul, ramah dan beradat. Sampai tega mengarap lahan kuburan keluarga besar, ini merupakan coretan merah untuk semua pemangku kepentingan daerah untuk lebih hati-hati dalam mengeluarkan perijinan mereka.
Pihak perusahan PT Hutan Sawit Lestari, saat diminta konfirmasi,belum secara resmi membalas maupun memberikan statmen terkait permasalahan pengarapan lahan tersebut.(ryt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Maling yo..!!