“Kami juga takut mas, jadi hanya mengingatkan pakai tulisan dan tulisan. sudah kita sampaikan kepada perangkat desa, cuman ya tetap seperti ini adanya,” singkat jawabnya.
Lebih lanjut di lain tempat salah seorang mantan pengusaha tambang pasir yang tak mampu bayar tingginya Atensi dan enggan di sebut namanya di temui awak media juga mengatakan, ini menjadi masalah tersendiri yang seakan tidak pernah selesai, Mulai Cek Dam Pleret ke bawah maupun ke atas sampai ke Kali Dam Bladak,
“Pemangku daerah aja gak punya Power kalah sama mereka, Saya berhenti saja mas, wong saya saat itu tiap tanggal 17 bayar Atensi aja masih di salahkan kok dan tanggal 5 nya di minta lagi kebetulan saya pada saat itu sakit, sekarang saya udah sembuh berhenti dan gak mau nambang lagi,” ucapnya sambil sedih. (Ricky)












