“Sebenarnya tadi yang mau saya tanyakan tentang duwit mediator yang 50.000×70.000 dari petani berhubung di berhentikan sama kapolsek hingga permasalahan ini jadi samar ,,ungkap djatmiko
Djatmiko menambahkan , padahal sisa uang dari petani mau kami serahkan ke desa sebagai kas desa,tapi kenapa kepala desa enggan berbicara ( transparan,red) ada apa sebenarnya ,,jujur kami merasa kecewa dengan prilaku kepala desa seakan kami merasa tidak punya kepala desa ,,tambahnya
Untuk sementara waktu kita tunggu proses kelanjut dari aparat pemerintahan desa di tindak lanjuti apa tidak . Dan terkaid proses hukumnya sudah kami laporkan , kasi intel sudah menjelaskan kepada kami bahwasanya permasalahan ini sudah naik pada Kabidsus polres jombang
Harapan kami kepala desa mau terbuka agar warga mengetahui yang sebenarnya ,padahal uang itu dari PT Platinum sudah di kasihkan ke aparatur pemerintan desa ,tapi sampai detik ini belum ada titik terang ,ada apa y ,,pungkas Djatmiko ketua FKWB
(ARKAS)










