dr. Danang Andhika, Kepala Puskesmas Pakel mengatakan bahwa untuk menuntaskan permasalahan gizi khususnya stunting membutuhkan kerjasama dari seluruh pihak. Menurutnya sejak tahun 2021 Puskesmas Pakel telah membuat inovasi yang diharapkan mampu menurunkan prevalensi angka stunting. Inovasi tersebut diberi nama GARASI DEPAN BERSIH yang merupakan singkatan dari Gizi dan Sanitasi, program tersebut merupakan Gerakan Perbaikan Asupan Nutrisi Dengan Pola Makan, Pola Asuh, Sanitasi dan Akses Air Bersih. Inovasi ini perpaduan antara program gizi dan kesehatan lingkungan serta beberapa program yang ada di Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial.
Danang menambahkan, sejak dilaunching pada tahun 2021 dan mulai diterapkan pada tahun 2022, inovasi ini cukup memberikan dampak signifikan pada prevalensi angka stunting di desa Tamban. Kegiatan dalam inovasi GARASI DEPAN BERSIH kurang lebih ada pengukuran antropometri balita (pengukuran TB, BB, dan lingkar lengan atas), pemberian edukasi perbaikan gizi balita, Kesehatan Ibu dan Anak, sanitasi lingkungan dan akses Air Bersih serta Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 pilar, pemberian PMT protein tinggi pada balita, kunjungan rumah dan pengecekan kualitas air, jelasnya
Besar harapan semua pihak untuk keberlangsungan inovasi ini karena sedikit banyak mampu memberikan dampak kepada masyarakat. Dukungan seluruh pihak dari hulu ke hilir untuk menuntaskan permasalahan stunting juga diperlukan agar prevalensi stunting di Indonesia khususnya wilayah kerja Puskesmas Pakel dapat turun, pungkasnya
Sementara itu Kepala Desa Tamban Lamidi sangat mendukung adanya inovasi GARASI DEPAN BERSIH dari Puskesmas Pakel yang berdampak positif bagi angka balita stunting di desa kami, semoga kerjasama seperti ini bisa terus berlanjut,” ujarnya (als)










