Jumlah hutang yang disebut mencapai lebih dari Rp1 miliar itu seharusnya dibayarkan dua bulan setelah Pemilu. Namun hingga kini, relawan hanya diberi harapan palsu.
“Kami sudah beberapa kali berusaha menemuinya, bahkan sampai ke Jakarta. Tapi selalu nihil. Yang ada cuma janji terus-menerus,” tambah sumber tersebut.
Tak Hanya Relawan, Pejabat dan Pengusaha Ikut Tertipu ?
Tak hanya relawan yang merasa dirugikan. Sejumlah pengusaha, kepala desa, hingga pejabat ASN di Lamongan disebut-sebut turut meminjamkan uang untuk kampanye Labib. Namun, nasib mereka sama: menunggu pembayaran yang tak kunjung datang.
Saat dikonfirmasi, Ahmad Labib memilih bungkam. Tak ada klarifikasi, tak ada tanggapan.
Para relawan yang merasa dikhianati kini bersiap mengambil langkah hukum. Mereka berencana melaporkan kasus ini ke Pimpinan DPR RI dan Ketua DPP Partai Golkar. “Kami ingin hak kami dipenuhi. Jangan sampai politisi seperti ini terus mengkhianati demokrasi,” tegas seorang relawan yang kecewa.(aji)












