“Kami akan terus mendukung upaya pelestarian dan pengembangan alpukat varietas unggul Wonosalam, seperti varietas Gobang 01 yang sudah terdaftar di Kementerian Pertanian,”kata Pj Bupati Jombang.
Tak lupa, Teguh Narutomo pun mengajak seluruh masyarakat untuk mempromosikan event tahunan asli Wonosalam ini.
“Saya berharap masyarakat viralkan acara ini. Sampaikan di bumi Wonosalam ada acara ini, yang bisa ditonton dan dinikmati seluruh dunia,”tambahnya.
Andum Apokat bukan hanya sekadar perayaan panen, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar petani, memperkuat solidaritas masyarakat, serta mempromosikan potensi wisata Wonosalam.
“Diharapkan, semakin banyak wisatawan yang tertarik untuk menikmati keindahan alam dan kekayaan hasil pertanian Wonosalam,”ucap Teguh Narutomo.
Sebagai informasi, kurang lebih 12 tumpeng berisi kekayaan alam Wonosalam dikirab dalam event Andum Apokat ini. Tumpeng tersebut berisikan alpukat dan hasil bumi khas Wonosalam seperti salak, rambutan, pisang, dan lain sebagainya.
Untuk menarik perhatian pengunjung, peserta kirab menyusun tumpeng dalam beraneka bentuk seperti naga, kapal, sosok petani dan lain sebagainya.
Di tengah lapangan Desa Sambirejo, terdapat gunungan dari alpukat setinggi kurang lebih 10 meter. Tumpeng dan gunungan tersebut dibagikan secara gratis kepada seluruh pengunjung.
Pj Bupati Jombang berkesempatan mencicipi langsung alpukat khas Desa Sambirejo ini. Bahkan, Alpukat ini memiliki tekstur yang lembut, rasa yang manis, serta daging yang tebal.
Dalam acara tersebut, Pj Bupati Jombang juga menyerahkan bibit alpukat secara simbolis kepada kelompok tani. Harapannya, bibit ini dapat menambah ragam varietas alpukat di Wonosalam.***












