Mohammad Aqib, warga setempat mengungkapkan, aktivitas dump truk yang sarat muatan ke PT Orela sudah keterlaluan. Selain tidak taat jam operasional, dump truk ini juga mengancam keselamatan anak-anak, karena beroperasi saat anak-anak sekolah.
“Selain itu, jalan berlubang yang sudah ditambal secara sukarela dan dengan dana swadaya, kondisinya sekarang rusak parah akibat dilewati pawai dump truk sarat muatan. PT Orela harus bertanggung, jangan sampai masyarakat semakin murka,” terang Aqib.
“Mestinya pawai dump truk itu lewat jalur Ujungpangkah, karena Docking PT Orela lokasinya di Jl. Raya Ngemboh, Kecamatan Ujungpangkah. Jadi, masyarakat meminta, dump truk Orela jangan lewat Dalegan Panceng,” tambahnya serius.
Untuk diketahui, PT Orela Shipyard adalah perusahaan galangan kapal yang berdiri pada tahun 2011. Perusahaan tersebut menyediakan solusi bagi industri transportasi laut di Indonesia berupa pembangunan kapal baru dan perbaikan kapal.(aji)












