Selanjutnya Menteri Pertanian menghadiri Rapat Koordinasi di GOR Petrokimia Gresik, yang membahas luas tambah tanam, penyerapan gabah, serta sosialisasi Instruksi Presiden (Inpres) No. 3 Tahun 2025 mengenai pendayagunaan penyuluh pertanian. Dalam rapat ini, Wakil Menteri Pertanian menekankan pentingnya meningkatkan produksi pangan, mengingat Jawa Timur saat ini menjadi lumbung beras terbesar di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan RI menyampaikan apresiasinya terhadap capaian swasembada pangan nasional. Menteri Pertanian pun menegaskan bahwa produksi beras tahun ini merupakan yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, menandai keberhasilan strategi ketahanan pangan nasional.
Beberapa aspirasi yang disampaikan dalam rapat ini antara lain:
* Target peningkatan hasil panen hingga 12 ton per hektar.
* Permasalahan validasi dan verifikasi pupuk bersubsidi.
* Permintaan kendaraan dinas dan alat digital seperti laptop bagi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
* Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi tenaga pertanian di atas usia 35 tahun.
Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, mengapresiasi semua pihak atas kelancaran acara. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa hambatan berarti.
Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani, seiring dengan langkah-langkah strategis menuju swasembada pangan dan Indonesia Emas 2045.(aji)












