Made mengatakan, saat ini pihaknya memiliki 21 personel yang terbagi menjadi dua tim pengawas. Hal ini dilakukan untuk mengurangu persoalan banjir di Kota Kediri.
Salah satunya dengan melakukan pemeliharaan dengan kontrol setiap pagi di saluran air. Khususnya, memastikan tidak ada sampah maupun endapan yang menyumbat saluran.
“Setiap hari kami keliling melakukan pemeriksaan drainase, nanti bergiliran juga setiap kecamatan,” ucap Made.
Kontrol ini tidak hanya memeriksa saluran drainase apakah terjadi sumbatan atau tidak, namun juga melakukan pemeliharaan fasilitas pendukung seperti pemeliharaan inlet maupun besi penutup inlet.
Selain melakukan pemeriksaan rutin, Dinas PUPR Kota Kediri juga melakukan kajian menyeluruh. Kajian ini nantinya memungkinkan Dinas PUPR untuk membuat sudetan air.
Harapannya, kata Made, sudetan air ini dapat mempercepat aliran air yang menggenang jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Made mengatakan, Dinas PUPR saat ini juga berkolaborasi dengan tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, untuk menyusun rekomendasi tersebut.
Untuk mengantisipasi genangan air dan potensi banjir, kata Made, juga perlu kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah.
“Imbauan kami, sampah dipilah terlebih dahulu dan jangan sampai jika turun hujan justru sampah dibuang ke saluran air,” kata Made.(sinyo)












