Desakan Keras ke Presiden Prabowo
Somad secara langsung meminta Presiden Prabowo Subianto menepati janji kampanyenya soal keberpihakan pada rakyat kecil. Ia menyebut dua menteri—yakni Menteri Perhubungan dan Menteri Tenaga Kerja—sebagai pihak yang gagal total dalam membela para driver online.
“Kalau menteri-menterinya hanya jadi boneka perusahaan, lebih baik diganti dengan sosok yang punya nyali melawan dominasi korporasi,” tegasnya.
Tuntutan Tegas: Tangkap Pelaku Pungli Digital!
Lebih lanjut, Poros 98 menyerukan KPK dan Kapolri untuk turun tangan menyelidiki dugaan pungli digital yang dilakukan oleh pihak manajemen dan pemegang saham utama perusahaan aplikator.
“Jika pungli dalam birokrasi bisa dipenjara, maka pungli digital juga harus diseret ke pengadilan,” tegas Somad. Ia menyebut skema seperti Hemat, Slot, dan Aceng berpotensi melanggar hukum dan merugikan jutaan rakyat pekerja.
Gerakan Perlawanan Baru Dimulai
Poros 98 menegaskan bahwa ini bukan sekadar protes soal tarif, melainkan perang melawan ketidakadilan digital. Mereka menyerukan solidaritas dari semua elemen bangsa: mahasiswa, aktivis HAM, buruh, hingga media independen, untuk ikut bergabung dalam perjuangan ini.
“Para driver bukan budak mesin. Mereka manusia yang punya hak, martabat, dan harapan. Jika negara terus abai, maka perlawanan rakyat tak akan bisa dihentikan,” pungkas Somad.(septy)










